
Lenovo berencana bekerja sama dengan Humain, Mistral AI, Alibaba, dan DeepSeek, alih-alih membangun large language models (LLM) sendiri, sebagai bagian dari rencananya untuk mengulang kesuksesan pada tahun 2025 di tahun ini.
Melalui kemitraan dengan perusahaan-perusahaan AI terkemuka tersebut, Lenovo menghindari keharusan menghadapi aturan regulasi global yang kompleks, sekaligus tetap menyediakan solusi AI yang sesuai untuk berbagai wilayah.
Lenovo menutup tahun 2025 sebagai pemimpin di industri PC, dengan pengiriman sekitar 71 juta unit. Namun, kenaikan harga komponen seperti memori dan penyimpanan diperkirakan akan menjadi tantangan pada tahun 2026.
Pada World Economic Forum 2026 di Davos, Chief Financial Officer Lenovo Group, Winston Cheng, menjelaskan bahwa perusahaan ingin menjadi pemimpin di pasar kecerdasan buatan (AI) global.
Alih-alih membuat model AI sendiri, Lenovo memilih untuk membuat kesepakatan dengan para pengembang model teratas di dunia agar mendukung perangkat generasi berikutnya.
Dengan pendekatan ini, Lenovo berharap dapat menavigasi regulasi yang berbeda-beda antara negara dan wilayah, serta menyediakan solusi AI yang berjalan dalam ekosistem Windows dan Android yang dimilikinya. Strategi ini juga membedakan Lenovo dari pesaing seperti Apple, yang saat ini mengintegrasikan AI hanya melalui OpenAI dan Google Gemini.
Lenovo menyebut strategi tersebut sebagai “orchestrator approach” — di mana perusahaan berperan sebagai platform tempat model-model AI dijalankan, bukan sebagai pengembang model itu sendiri.
Karena setiap negara mempunyai aturan berbeda soal data dan keamanan AI, Lenovo menjalin kemitraan di setiap pasar utama:
Eropa: bekerja sama dengan Mistral AI,
China: bermitra dengan Alibaba dan DeepSeek,
Timur Tengah: Lenovo menargetkan kemitraan dengan Humain — inisiatif AI yang berbasis di Arab Saudi.
Cheng juga menekankan bahwa Lenovo adalah satu-satunya perusahaan selain Apple yang memiliki pangsa pasar signifikan baik di PC maupun ponsel global.
Awal bulan ini, Lenovo memperkenalkan sistem kecerdasan lintas perangkat bernama “Qira” di CES 2026. Sistem ini digambarkan sebagai “Personal Ambient Intelligence” yang tetap aktif di laptop, tablet, dan smartphone.
Qira dapat:
meringkas meetings yang berlangsung,
membantu draft dokumen,
bahkan memprediksi langkah selanjutnya yang mungkin diambil pengguna berdasarkan kalender dan berkas mereka.
Dengan mengintegrasikan model dari mitra seperti Alibaba dan Mistral AI langsung ke dalam sistem Qira, Lenovo menawarkan pengalaman AI berkecepatan tinggi tanpa harus membuka aplikasi terpisah.
Selain itu, Lenovo bersama Nvidia juga memperkenalkan sesuatu yang disebut “AI Cloud Gigafactory”. Fasilitas ini menggunakan teknologi pendingin cair Neptune milik Lenovo dan chip canggih Nvidia untuk membangun pusat data berskala besar yang mampu dipasang dalam waktu minggu, bukan bulan.
Rencana ekspansi untuk penggunaan global dan fokus pengembangan, terutama di Asia dan Timur Tengah, juga disebutkan oleh Cheng.
Pertumbuhan pengiriman PC global naik lebih dari 9% pada tahun 2025, tetapi harga memori dan penyimpanan naik tajam — meningkat hingga 40% sampai 70% sepanjang tahun lalu. Untuk mengatasi hal ini, Lenovo merencanakan kenaikan harga bagi konsumen untuk menjaga margin keuntungan.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan Lenovo indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi Lenovo.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Lenovo Indonesia adalah bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Brand. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
AKR Tower – 9th Floor
Jl. Panjang no. 5, Kebon Jeruk
Jakarta Barat 11530 – Indonesia